Penatalaksanaan farmakilogi penderita dm dan obesitas

Insulin mula-mula mengikat dirinya kepada reseptor-reseptor permukaan sel tertentu, kemudian terjadi reaksi intraselular yang meningkatkan transport glukosa menembus membrane sel. Gejalanya dapat mencakup perilaku yang mengalami disorientasi, serangan kejang, sulit dibangunkan dari tidur atau bahkan kehilangan kesadaran.

Makrovaskular penyakit pembuluh darah besarmengenai sirkulasi koroner, vaskular perifer dan vaskular serebral.

Faktor risiko yang berhubungan dengan proses terjadinya DM tipe II, diantaranya adalah: Obesitas perlu dibedakan antara obesitas sentral atau visceral dan obesitas perifer. Banyak minum Rasa haus sering dialami oleh penderita karena banyaknya cairan yang keluar melalui kencing.

Osmolalitas serum: Morbid obesity memperberat beban pada sendi-sendi. Respons ini merupakan respons abnormal dimana antibodi terarah pada jaringan normal tubuh dengan cara bereaksi terhadap jaringan tersebut seolah-olah sebagai jaringan asing.

Pengertian Diabetes melitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia. Kultur dan sensitivitas: Hipertrofi pankreas pada penderita obesitas disebabkan karena peningkatan beban metabolisme glukosa un tuk mencukupi energi sel yang terlalu banyak.

Etiologi Diabetes Mellitus Tipe 2 Yaitu diabetes yang dikarenakan oleh adanya kelainan sekresi insulin yang progresif dan adanya resistensi insulin. Juga kadang sering ditemukan kelainan kulit. Peningkatan kadar insulin berkaitan dengan retensi garam dan air yang meningkatkan volum darah.

Untuk kelangsungan hidup, sumber tenaga terpaksa diambil dari cadangan lain yaitu sel lemak dan otot. Pembakaran asam lemak bebas meningkatkan Acetyl CoA, jumlah Acetyl CoA yang berlebihan akan menghambat enzim heksokinase yang merupakan enzim penting untuk merubah oksidasi glukosa menjadi glukosafosfat GP.

Pada penderita obes juga ditemukan adanya resistensi insulin. Penurunan berat badan Penurunan berat badan yang berlangsung dalam waktu relatif singkat harus menimbulkan kecurigaan. Pada jaringan adiposa tikus percobaan dan manusia, TNF-Alfa diekspresikan secara berlebihan sehingga mengganggu insulin signaling yang akibatnya fosforilasi IRS-1 terhambat dan menekan ekspresi glucose transporter GLUT Selain itu pembatasan asupan total kolesterol dari makanan sangat dianjurkan dapat membantu mengurangi faktor resiko, seperti kenaikan kadar kolesterol serum yang berhubungan dengan penyakit koroner.

LAPORAN PENDAHULUAN DIABETES MELITUS

Bagi pasien yang tidak sadar, tidak mampu menelan atau menolak terapi, preparat glukagon 1 mg dapat disuntikkan secara SC atau IM. Apabila hal ini terjadi akan timbul berbagai masalah, yaitu: Penyakit neuropati, mengenai saraf sensorik-motorik dan autonomi serta menunjang masalah seperti impotensi dan ulkus pada kaki.

Patofisiologi Diabetes Mellitus Tipe 2 Pada DM tipe 2, sekresi insulin di fase 1 atau early peak yang terjadi dalam menit pertama setelah makan yaitu insulin yang disekresi pada fase ini adalah insulin yang disimpan dalam sel beta siap pakai tidak dapat menurunkan glukosa darah sehingga merangsang fase 2 adalah sekresi insulin dimulai 20 menit setelah stimulasi glukosa untuk menghasilkan insulin lebih banyak, tetapi sudah tidak mampu meningkatkan sekresi insulin sebagaimana pada orang normal.

Bentuk tubuh, penampilan dan raut muka penderita obesitas: Artikel ini akan membahas mengenai patofisiologi terjadinya diabetes melitus tipe 2 pada obesitas dan penatalaksanaannya. Dehisrasi intrasel mengikuti dehidrasi ekstrasel karena air intrasel akan berdifusi keluar sel mengikuti penurunan gradien konsentrasi ke plasma yang hipertonik sangat pekat.

Patofisiologi pada obesitas Makanan yang adekuat, yang di sertai dengan ketidak seimbangan antara intake dan out put yang keluar — masuk dalam tubuh akan menyebabkan akumulasi timbunan lemak pada jaringan adiposa khususnya jaringan subkutan.

Dari hasil penelitian epidemiologis terbukti bahwa keterkaitan obesitas dan diabetes melitus tipe 2 lebih jelas pada mereka dengan obesitas sentral. Henry RR, Mudaliar S.

Diabetes Melitus Tipe Spesifik Diabetes Melitus jenis ini disebabkan oleh faktor genetik kerusakan genetik sel beta pankreas juga akibat konsumsi obat-obatan maupun bahan-bahan kimia.

Walaupun demikian, setelah akil balik, jumlah sel lemak tetap hampir sama sepanjang sisa kehidupan. Pada seorang penderita dapat terjadi respons metabolik terhadap kerja insulin tertentu tetap normal, sementara terhadap satu atau lebih kerja insulin yang lain sudah terjadi gangguan.

Rekomendasi biasanya berupa pemberian gram gula yang bekerja cepat per oral misalnya tablet glukosa yang dapat dibeli di apotek, ons sari buah atau teh manis, sendok teh sirup atau madu.

Terdapat kelebihan sintetase asam lemak. · Obesitas merupakan penyebab utama DM robadarocker.com berlebih menyebabkan resistensi insulin, dan hiperglikemia berpengaruh negatif terhadap kesehatan. Dislipidemia. Terdapat peningkatan kadar low-density lipoprotein cholesterol (jahat), penurunan kadar high-density lipoprotein cholesterol (baik) dan peningkatan kadar trigliserida.

R/ mengkaji indikasi terpenuhinya kebutuhan nutrisi dan menentukan jumlah kalori yang harus dikonsumsi penderita DM. (2) Tentukan program diet dan pola makan pasien sesuai dengan kadar gula. R/ menyesuaikan antara kebutuhan kalori dan kemampuan sel untuk • mengambil glukosa. Obesitas merupakan penyebab utama DM robadarocker.com berlebih menyebabkan resistensi insulin, dan hiperglikemia berpengaruh negatif terhadap kesehatan.

robadarocker.comidemia. Terdapat peningkatan kadar low-density lipoprotein cholesterol (jahat), penurunan kadar high-density lipoprotein cholesterol (baik) dan peningkatan kadar trigliserida.

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan robadarocker.comh ini disusun untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Sistem Pencernaan robadarocker.com makalah ini kami membahas tentang “Obesitas”.

Penatalaksanaan Diabetes Melitus ( Dm )

· Diabetes tipe II paling sering terjadi pada penderita diabetes yang berusia lebih dari 30 tahun dan obesitas. Akibat intoleransi glukosa yang berlangsung lambat (selama bertahun-tahun) dan progresif, maka awitan diabetes tipe II dapat berjalan tanpa terdeteksi.

Jika gejalanya dialami pasien, gejala tersebut sering bersifat ringan dan dapat mencakup kelelahan, iritabilitas, poliuria, polidipsi 5/5. Penyuluhan Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit (PKMRS) merupakan salah satu bentuk penyuluhan kesehatan kepada penderita DM, melalui bermacam-macam cara atau media misalnya: leaflet, poster, TV, kaset video, diskusi kelompok, dan robadarocker.com: Herodes.

Penatalaksanaan farmakilogi penderita dm dan obesitas
Rated 0/5 based on 7 review